Friday, December 28, 2012

Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun


Berikut adalah beberapa Puisi untuk bisa kita jadikan bahan renungan. Semoga dengan bergantinya tahun, berganti pula hal-hal yang buruk yang pernah kita lakukan. Menjadi lebih baik adalah hal yang mutlak yang perlu dilakukan, perubahan demi perubahan ; perilaku, sikap, dan tentu saja dengan motivasi dan semangat baru untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Renungan di Malam Tahun baru
Ajinatha

Berapa milyar dalam semalam kita muntahkan keudara
hanya untuk sebuah perayaan dan kesia-siaan
padahal saat pesta itu dimulai
jutaan mulut yang menganga karena belum makan
inilah kesenangan sesaat yang menjadi budaya
dan terus dibudidayakan..

Memang kesenangan setiap orang bukanlah hak kita
untuk membatasi dan juga membiarkan..
dan memang tidak semua orang harus peduli
terhadap penderitaan orang-orang yang termiskinkan
karena kesenangan dan kemiskinan juga bukanlah pilihan

Betapa kita terpedaya oleh kesenangan yang tidak membuat kita senang
tapi tetap saja kita senang untuk melakukan
kita katakan itulah kehidupan..
padahal hidup juga harus kita yang menjalankan
sekali pun kehendak Tuhan tidak bisa diabaikan

Kita hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi kebiasaan
padahal..kebiasaan itu bisa saja tidak kita laksanakan
hanya kitalah yang tahu itu baik atau buruk untuk dilakukan
tapi tetap saja kita memilih untuk melakukan..
sekali pun dalam sehari-hari sulit untuk mencari makan..
Sungguh kita terpedaya oleh setan..
mengikuti kesenangannya berpesta dan melupakan keadaan..



RENUNGAN TAHUN BARU

Hari-hari suka bergelimang tawa,
Tak terasa kadang lupa Sang Pencipta,
Hingga melalaikan perintah-Nya.

Namun sedetik saja kita menangis,
Beribu do’a dipanjatkan pada-Nya,
Seakan-akan kita golongan hamba-Nya,
Yang pasti dirahmati kuasa-Nya.

Tidakkah kita mau tundukkan kepala,
Sejenak mensyukuri aneka berkah-Nya,
Yang perdetik kita hirup,
Sehingga kita bertahan hidup.

Haruskah kita hanya meminta?
Pabila takwa di bibir saja.
Perlukah kita menuntut ridho-Nya?
Kalau iman tak bersemayam di dada.

RENUNGKANLAH!


Renungan Akhir Tahun

Diujung tahun ini, mari kita mengingat kembali…
betapa kita sering belum jujur pada diri kita sendiri.
Sudahkah kita benar-benar ikhlas dalam bekerja ?
Sudahkah kita benar-benar adil dalam mengambil keputusan ?
Sudahkah kita benar-benar arif melihat sudut pandang ?
Sudahkah kita benar-benar jujur dalam keseharian ?

Sama pikiran dengan ucapan…
Sama kata dengan perbuatan…
Saudaraku,

Kita tahu bahwa apapun alasannya,
ALLOH SWT Maha Tahu apa yang sebenarnya ada dalam hati kita.
Bahkan niat sebesar nukleus pun, tak ada yang tak diketahuiNYA.
Mari, segera kita akui kesalahan kita, dan mohon Ampun kepadaNYA.
Bertobat…
berjanji untuk tidak mengulanginya,
agar kita benar-benar pantas menerima ampunan dariNYA.

Mari Kita Sambut Awal Tahun Baru ini dengan berniat..
Menjadi yang terbaik dari Tahun Kemarin….

Dikutik dari berbagai sumber


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2012/12/puisi-renungan-malam-tahun-baru.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Renungan Malam Tahun Baru | Renungan Akhir Tahun salam Karya Puisi

0 komentar:

Post a Comment

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |