Dukaku yang risau
Ajip Rosidi
berjalan, berjalan selagi di diri duka
bernapas lega menemu perempuan
kami berpandangan: lantas tahu
segalanya tinggal masa kenangan
kami berjalan memutar danau
namun kutahu: dukaku yang risau
takkan mendapatkan pelabuhan aman
kecuali dalam pelukan penghabisan
kupandang matanya:
tak kukenal siapa pun juga
semuanya nanar
didindingi kabut samar
1954Share
Wednesday, April 21, 2010
Puisi Tentang Dukaku Yang Risau
Wednesday, April 21, 2010 Posted by kumpulan karya Puisi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment